🌖🌗🌘🌑 SHOLAT GERHANA 🌒🌓🌔🌕
Gehana dinamakan Kusuf atau Khusuf, ada yang membedakan kedua istilah tersebut yaitu Kusuf untuk gerhana matahari dan Khusuf untuk gerhana bula, dan terkadang juga disebut sebaliknya. Menyambut gerhana matahari total di Indonesia pada 9 Maret 2016, bagi kita muslim dan muslimah perlu tahu anjuran apa yang harus dilakukan ketika terjadi gerhana.
Ketika terjadi gerhana kita dianjurkan shalat berdoa, istighfar dan bertakbir dan bersedekah sebagaimana sabda Nabi saw:
ﻗَﺎﻝَ ﺹ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟﻘَﻤَﺮَ ﺁﻳَﺎﺗَﺎﻥِ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺎ ﻳَﺨْﺴِﻔَﺎﻥِ ﻟِﻤَﻮْﺕِ ﺍَﺣَﺪٍ ﻭَﻟَﺎ ﻟِﺤَﻴَﺎﺗِﻪِ ، ﻭَﺍِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺎﺩْﻋُﻮْﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻛَﺒِّﺮُﻭْﺍ ﻭَﺗَﺼَﺪَّﻗُﻮْﺍ ﻭَﺻَﻠُّﻮْﺍ ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ )
Artinya : Nabi saw bersabda : Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesar an Allah, keduanya tidak akan gerhana karena kematian seseorang atau hidupnya (lahir), dan apa bila kalian melihat seperti itu (terjadi gerhana), maka berdoalah kepada Allah, dan bertakbirlah dan bersedekahlah dan shalatlah (HSR Bukhari & Muslim)
•
Tatacara Pelaksanaan ShalatnyaSecara umum pelaksanaan Shalat Gerhana sama dengan shalat Shubuh, hanya saja pada shalat ini ada tambahan satu ruku` untuk setiap rak`at, jadi jumlah ruku`nya empat.
- Niat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca Surat yang panjang
- Ruku` yang lama
- Bangkit dari ruku (i`tidal), Langsung dilanjut membaca surah lain yang tidak sepanjang surah awal.
- Kemudian ruku` lagi namun tidak selama ruku` awal.
- Bangkit dari ruku` (i`tidal)
- Sujud, duduk diantara dua sujud, sujud lagi
- Bangkit, raka`at kedua, dilakukan sama seperti raka`at pertama.
- Lalu duduk tahiyat akhir, dan diakhiri salam.
Dalil-dalil (hadits) yang menerangkan shalat gerhanaAisyah meriwayatkan :
ﺃﻥّ ﺍﻟﻨَّﻲّ ﺹ ﺟَﻬَﺮَ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻜُﺴُﻮْﻑِ ﻳِﻘِﺮَﺍﺀَﺗِﻪِ ﻓَﺼَﻠّﻰ ﺍَﺭْﺑَﻊَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻓِﻲْ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
Artinya : Bahwasanya Nabi saw menjaharkan bacaan dalam shalat Kusuf, beliau shalat dengan empat ruku` dalam dua rak`at (HSR Muslim)
Riwayat di atas menerangkan bahwa rak`at shalat Kusuf adalah dua dengan empat kali ruku` , al-Fatihah dan surahnya dibaca dengan jahar (suara terdengar)
Pada riwayat lain Ibnu Abbas menerangkan dengan rinci :
ﺍﻧْﺨَﺴَﻔَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻧَﺤْﻮًﺍ ﻣِﻦْ ﻗِﺮَﺍﺀَﺓِ ﺳُﻮﺭَﺓِ ﺍﻟﺒَﻘَﺮَﺓِ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻛَﻊَ ﺭُﻛُﻮﻋًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻓَﻊَ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻛَﻊَ ﺭُﻛُﻮﻋًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺳَﺠَﺪَ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻡَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻛَﻊَ ﺭُﻛُﻮﻋًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻓَﻊَ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺭَﻛَﻊَ ﺭُﻛُﻮﻋًﺎ ﻃَﻮِﻳﻠًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉِ ﺍﻷَﻭَّﻝِ، ﺛُﻢَّ ﺳَﺠَﺪَ، ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﺼَﺮَﻑَ ﻭَﻗَﺪْ ﺗَﺠَﻠَّﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ)
Artinya : Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasul saw, lalu beliau shalat; beliau berdiri lama seperti (lamanya) membaca surah al-Baqarah – kemudian ruku` dengan ruku` yang lama, kemudian mengangkat kepalanya kemudian berdiri lama – tapi tidak selama berdiri yang pertama, kemudian beliau ruku` yang lama – tapi tidak selama ruku yang perta ma, kemudian mengangkat kepalanya (i`tidal), kemudian sujud, kemudian berdiri (lagi) yang lama – tapi tidak sela ma berdiri yang pertama, kemudian ruku` dengan ruku` yang lama – teta pi tidak selama ruku` yang pertama – kemudian mengang kat kepalanya dan berdiri yang lama – tapi tidak selama berdi ri yang pertama, kemudian ruku` dengan ruku` yang lama – tapi tidak selama ruku` yang pertama – kemudian mengang kat kepalanya, kemudian sujud kemudian memberi salam, (ketika itu) matahari sudah nampak (HSR Bukhari)
Pada riwayat di atas jelas bahwa pada setiap rak`at ada dua kali ruku` dan bacaan, berdiri dan ruku`nya selalu lebih lama yang terdahulu. Setelah selesai shalat baru beliau berkhutbah.
Yang perlu dicermati bahwa dalam setiap rak`at beliau hanya membaca satu kali al-Fatihah, artinya setelah bangkit dari ruku` beliau berdiri dan langsung membaca surah yang lain.
• Panggilan untuk shalatSebagai ganti adzan dan qamat untuk mengajak orang shalat dipakai lafazh khusus sebagaimana riwayat :
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ، ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﺧَﺴَﻔَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺒَﻌَﺚَ ﻣُﻨَﺎﺩِﻳًﺎ : « ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﺟَﺎﻣِﻌَﺔٌ » ، ﻓَﺎﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ، ﻭَﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻓَﻜَﺒَّﺮَ، ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻓِﻲ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺳَﺠَﺪَﺍﺕٍ ( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
Artinya : Dari Aisyah ia berkata : Telah terjadi gerhana pada zaman Rasul saw, lalu Rasulu llah saw mengutus seorang pe nyeru, maka ia menyeru dengan ucapan “ ashalatu jaami`ah”, lalu mereka berkumpul , lalu beliau maju dan bertakbir dan shalat dengan empat kali ruku` dalam dua rak`at dan empat kali sujud (HSR Muslim)
• Tempat PelaksanaannyaMeskipun tidak terdapat perintah yang tegas dari Nabi saw tentang tempat pelaksanaannya tapi riwayat riwayat yang ada menunjukkan bahwa shalat tersebut dilaksanakan di masjid seperti yang disebutkan pada riwayat :
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﺧَﺴَﻔَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻓِﻲْ ﺣَﻴَﺎﺕِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺹ ، ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻤَﺴْﺠِﺪِ ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﻓَﻜَﺒَّﺮ ﻭَﺻَﻒَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺭَﺍﺋَﻪُ ... ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ )
Artinya : Dari Aisyah ia berkata : Telah terjadi gerhana di masa hidupnya Nabi saw, lalu Rasulullah saw keluar ke mas jid, lalu beliau bertakbir dan orang orang bershaf di bela kang nya (HSR Bukhari & Muslim )
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﺧَﺴَﻔَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ ﻓَﺒَﻌَﺚَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ ﻣُﻨَﺎﺩِﻳًﺎ ﻓَﻨَﺎﺩَﻯ ( ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﺟَﺎﻣِﻌَﺔٌ ) ﻭَﺧَﺮَﺝَ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻓَﺼَﻒَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺭَﺍﺋَﻪُ ... ( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )
Artinya : Dari Aisyah ia berkata : Telah terjadi gerhana pada zaman Rasul saw, lalu Rasulu llah saw mengutus seorang penyeru, maka ia menyeru dengan ucapan “ ashalatu jaami`ah”, beliau keluar ke masjid dan orang-orang bershaf di belakang nya .... (HSR Muslim)
• Sejauh ini tidak diterangkan tentang cara sedekah dan istighfar serta takbir ketika terjadi gerhana, jadi kita boleh melakukan dengan cara apa saja yang penting tidak melanggar ketentuan Agama.
Kesimpulan
- Ketika terjadi gerhana bulan atau matahari kita dianjurkan shalat
- Shalat gerhana (Kusuf atau Khusuf) terdiri dua rak`at dengan tambahan masing masing satu kali ruku` pada setiap rak`at
- Dalam shalat ini hanya ada dua kali bacaan al-Fatihah yaitu ketika setelah takbiratul ihram dan ketika memulai bacaan pada rak`at kedua. Setiap bangkit dari ruku` yang pertama langsung membaca surah (tanpa diawali Al-Fatihah lagi)
- Shalat ini dilaksanakan di masjid dengan berjama`ah
- Setelah shalat diadakan khutbah
- Selain shalat dianjurkan berdoa, bertakbir dan bersedekah.
Sumber : Ustadz Luthfie Abdullah Ismail Lc. dengan beberapa tambahan.